SHORTCUT

Photo AlbumTASAROAug 21, '06 10:54 AM
for everyone
TASARO
Ingin kenal lebih dalam karyanya
Klik >> http://awanalbana.multiply.com/journal

Sahabat, Abang,…
Dikala susah dan dikala senang….
Bagiku sahabat sangat berharga lebih berharga dari harta benda…
Sahabat bagaikan bintang disetiap gugusan galaksi yang ada…
Tentunya setiap diri, saya dan anda memiliki gugusan bintang-bintang penuh warna penuh cahaya…..
Subhanallah….. sahabat salah satu nikmat dan karunia-Nya….
Special to Abangku… kumpulan komentar atas karya-karyanya…
Moga terus berjaya dan Always Istiqomah…. Amien (^ _ ^ )//

“TASARO, tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan, setelah dinyatakan sebagai pemenang I kategori “Cerita untuk Buku Bacaan Remaja” Penghargaan Adikarya-Ikapi 2006 di Hotel Quality, Jalan Laksda Adisutjipto Rabu 17 Mei 2006. Kegiatan yang diselenggarakan Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Pusat, Ikapi DIY dan SKH Kedaulatan Rakyat tersebut dalam rangkaian Hari Buku Nasional (HBN) 2006. Tasaro menang atas karyanya “Di Serambi Makkah” terbitan DAR!Mizan-Bandung.”Saya tidak menduga, karya DI Serambi Makkah ini bisa menang,” ucapnya berbinar-binar. Kemenangan ini jelas akan memberi semangat tersendiri untuk terus menuli dan menulis.

TASARO atau singaktan dari nama aslinya Taufik Saptoto Rohadi kepada KR mengatakan dirinya tidak menduga mendapatkan penghargaan Adikarya-Ikapi. “Saya menekuni dunai tulis menulis belum lama,” ucap lelaki kelahiran Paliyan gunungkidul 1 September ini, meski mengaku belum lama, lelaki lulusan Jurusan Jurnalistik PPKP Yogyakarta ini termasuk produktif menulis cerita. Ada sejumlah buku yang telah diterbitkan antara lain, “Wandu” Berhentilah Menjadi Pengecut diterbitkan Dzikul Hakiem-Jakarta, sebagai juara I Lomba Novel Nasional Forum Lingkar Pena 2005, “Rumah Hati” – PT Syaamil Cipta Media 2005, “Dago 335” – PT. Syaamil Cipta Media 2005, “Samita” - Mizan Bandung 2005, Keikhlasan Cinta – PT Syaamil Cipta Media 2005, How To Gedy Married – Mizan Bandung 2005, dan Di Serambi Makkah.

Soal dunia menulis, dirinya ditempa ketika menjadi wartawan di sebuah media di Bogor, sekarang menjadi editor di Syaamil Cipta Media. “Kalau dihitung-hitung bergelut dunia kepenulisan sudah 5 tahunan,” katanya. Dari karya-karya yang telah diterbitkan, kata Tasaro, satu dengan lainnya memiliki Benang Merah. “Kebanyakan saya mengungkapkan sisi kemanusiaan, humanisme. Saya yakin cerita tentang kemanusiaan, humanisme tidak pernah habis untuk digali,” ucapnya. Humanisme pasti akan menarik minat siapa saja, tergantung bagaimana cara bercerita dan mengolah cerita tersebut dengan kemampuan bahasa yang prima. (Sumber: KR)

TASARO.jpg
 2 Comments 

Tasaro.jpg
  

19.jpg
  


10 CommentsChronological   Reverse   Threaded
tasaro wrote on Nov 10, '06
Salam...
Ke mano sajo, akhi?
Syawal ini, semoga semua kembali suci...
Bro, ada pesan dari Nanda. Dia ingin kali Awan pigi ke Aceh, nak buat radio Islami. Call him as soon as possible, ok?
awanalbana wrote on Feb 22, '07
tasaro said
Salam...
Ke mano sajo, akhi?
Syawal ini, semoga semua kembali suci...
Bro, ada pesan dari Nanda. Dia ingin kali Awan pigi ke Aceh, nak buat radio Islami. Call him as soon as possible, ok?
Waalaikumsalam
he...he...he... maaf kebetulan ada amanah ( ^ _ ^ )
amien amien
Oooo iya to Nanda alhamdulillah udah awan udah kirim konsep radio Islami to nanda .... kita bersama sama berdoa moga Nanda & friends sukses buat Radio Islami di Aceh amien amien
opikarumi wrote on Sep 23, '07
salam
opikarumi wrote on Sep 23, '07, edited on Sep 23, '07
To ; Tasaro

Kepahitan qta slama mengadu nasib di Bogor semoga akan menjadi penebus kesuksesan qta di masa depan, & mulai saat ini kau pantas meraihnya sobat...!!!

Sukses bro... Salam bwt kluarga
[Opik]
awanalbana wrote on Sep 24, '07
amien amien amien
tasaro wrote on Sep 27, '07
he...he...he... itu Opik wan. Percaya? Kita kenal di kamar mayat RSU PMI, Bogor. Sempat satu kost. Sahur makan belimbing. Sama-sama miskin. Sekarang dah jadi wartawan Lativi. Dah berkeluarga. Anak cewek namanya Arumi. Cantik montok. Ah, bahagianya liat dia sekarang. Btw, Awan ingat waktu bilang Mas ni menjalani takdir seperti lilin? Ha...ha.... kayaknya masih berlangsung deh ampe hari ini. Mencoba memberi "cahaya" sedang badan ni leleh oleh api. Salam
awanalbana wrote on Sep 28, '07
( ^ _ ^ ) wahhh alhamdulillah.... hemmm jadi ingat soal lilin... ingat juga hal lain tempo dulu... ada pepatah sahabat yang akrab seperti gelas kaca yang mudah pecah bila saling bersinggungan dan jatuh.... mas obbet masih ingay yaaa... ha..ha..ha... ide mas boleh juga too saat itu ya udahhh 'gelasnya diganti aja dengan gelas plastik jangan gelas kaca" hayahhhhh ..... ( ^ _ ^ ) mas Obbet ... banyak kebaikan untuk mas obbet, moga menjadi bekal di ahri nanti... doakan awan juga mas... awan juga enggak mau kalah ehhh sama mas obbet... mas di media cetak-cetak dan tulis menulis.... awan di media radio he..he..he.. ada yang gabung enggak ya???? amien amien amien Bismillah ... salam kangen to mbak Alit... mas
opikarumi wrote on Sep 28, '07
To Tasaro...

Ok bro... Alhamdulillah baik.. Begitupun kebahagiaan &
kepahitan lu pasti sama akan gw rasa & insyaallah itu
tidak akan bertitik. Salam jga bwt Alit, jaga dia...
Percayalah pada-Nya.. Kebahagiaan lu pasti akan cepat
dilengkapi dgn akan hadirnya si kecil..
Sukses bro...
tasaro wrote on Sep 28, '07
Wan, percaya gak, Opik tuh orangnya cuek, gak nyangka bisa seromantis ini. ha...ha...ha..... Kali karena dah jadi bapak, ya? Yo wis. Gila lu, Pik. gue ampe terharu gini. Btw, soal gelas kaca yang diganti gelas plastik, mas ingat lah. Hebat kali ide itu, to? Wan, Pik. Ada penulis muda. Sekarang bukunya dah beredar. Agak-agak timur tengah gitu (gak enak nyebutnya). Anaknya cerdas, memang. Inggris dan Arabnya jago. Tahun ini berangkat ke Mesir karena diterima di Al Azhar. Tapi, satu kelemahannya. Dia sedikit sekali punya sahabat. Sebab, orang-orang di sekitarnya dia anggap bawahan. Nah, karena Mas nih editornya, ya Mas kritik lah dia (sering kali). Kagetlah dia, karena selama ini gak pernah dikritik orang. Tahu sendirilah, Mas nih kalo dah ngritik kan pedas betul. Eh, belakangan dia mengatakan sesuatu yang nggak kepikir di kepala Mas sebelumnya. Kira-kira bunyinya, "mau kan, jadi sahabat ane?" Wah, bengong Mas dibuatnya. Lha, seumur-umur, Mas nih banyak betuk sahabat, tapi nggak pake di"lamar-lamar" gini. he...he.... Jadi, ya, Mas bilang, Mas siap jadi sahabat siapa saja. tapi, persahabatan itu diuji oleh waktu. Kita sudah membuktikannya, kan. Sama Awan, dulu ampir tiap minggu berantem. Ampe nangis-nangis, gulung-gulung (maklum ABG). Ama Opik, emang jarang berantem, ya, Pik. Yang ada gue yang marah-marah, lu diem aja. Ha....ha...ha... Opik nih ngalah bener orangnya. Tapi, sekali lagi, rentang waktu yang membentanglah penguji persahabatan yang sebenarnya. Ya, sekarang ketemu nggak setahun sekali, tapi hati begini terpaut dengan indah. Huaaaaaaaa...... kangen ma masa lalu, euy. Kapan kumpul? he...he... Btw, doain ya. tahun ini buku Mas masuk lagi ke nominasi buku terbaik Adikarya Ikapi 2007. Kalo menang, berarti ulangan tahun lalu. He...he... pengen bikin hatrick. Love u all, Bro.
awanalbana wrote on Dec 18, '07
Alhamdulillah makasih mas obbet ( ^ _ ^ )// makasih doanya juga...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.